Tampilkan postingan dengan label Bubut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bubut. Tampilkan semua postingan

Mesin Bubut

Mesin bubut adalah perkakas untuk membentuk benda kerja dengan gerak utama berputar. Gerakan berputar inilah yang menyebabkan terjadinya penyayatan oleh alat potong (tool) terhadap benda
kerja. Dengan demikian, prinsip kerja dari mesin bubut adalah gerak potong yang dilakukan oleh benda kerja yang berputar (bergerak rotasi) dengan gerak makan oleh pahat yang bergerak translasi dan dihantarkan pada benda kerja. Mesin bubut digunakan untuk mengerjakan bidang-bidang silindris luar dan dalam (membubut lurus dan mengebor), bidang rata (membubut rata), bidang tirus (kerucut), bentuk lengkung (bola), dan membubut ulir.

GERAKAN-GERAKAN DALAM MEMBUBUT 

  • Gerakan berputar, yaitu bentuk gerakan rotasi dari benda kerja yang digerakanpada pahat dan dinamakan gerak potong. 
  • Gerakan memanjang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotonganna sejajar dengan sumbu kerja. Gerakan ini disebut juga dengan gerakan pemakanan.
  • Gerakan melintang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotongan tegak lurus terhadap sumbu kerja. Gerakan ini disebut dengan gerakan melintang atau pemotongan permukaan. Ketiga bentuk gerakan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

 BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT Secara umum, sebuah mesin bubut terdiri dari empat bagian utama, yaitu kepala tetap, kepala lepas, eretan dan alas mesin. Keempat bagian utama mesin bubut tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Kepala Tetap
Kepala tetap adalah bagian utama dari mesin bubut yang digunakan untuk menyangga poros utama, yaitu poros yang digunakan untuk menggerakan spindel. Dimana di dalam spindel tersebut dipasang alat untuk menjepit benda kerja. Spindel ini merupakan bagian terpenting dari sebuah kepala tetap. Selain itu, poros yang terdapat pada kepala tetap ini digunakan sebagai dudukan roda gigii untuk mengatur kecepatan putaran yang diinginkan. Dengan demikian, dalam kepala tetap terdapat sejumlah rangkaian roda gigi transmisi yang meneruskan putaran motor menjadi putaran spindel.
Kepala Lepas
Kepala lepas adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya di sebelah kanan dan dipasang di atas alas atau meja mesin. Bagian ini berguna untuk tempat untuk pemasangan senter yang digunakan sebagai penumpu ujung benda kerja dan sebagai tempat/dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan pengeboran. Kepala lepas ini dapat digerakkan atau digeser sepanjang alas/meja mesin, dan dikencangkan dengan perantara mur dan baut atau dengan tuas pengencang. Selain digeser sepanjang alas atau meja mesin, kepala lepas juga dapat digerakan maju mundur (arah melintang), yakni untuk keperluan pembubutan benda yang
konis.
Alas Mesin
Alas mesin adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi sebagai pendukung eretan
(support) dan kepala lepas, serta sebagai lintasan eretan dan kepala lepas. Alas mesin ini
memiliki permukaan yang rata dan halus. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung
kesempurnaan pekerjaan membubut (kelurusan).
Eretan (carriage/support)
Eretan adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai penghantar pahat bubut sepanjang
alas mesin. Eretan terdiri dari tiga jenis, yaitu:
  • eretan bawah yang berjalan sepanajng alas mesin,
  • eretan lintang yang bergerak tegak lurus terhadap alas mesin, dan
  • eretan atas
yang digunakan untuk menjepit pahat bubut, dan dapat diputar ke kanan atau kekiri sesuai
dengan sudut yang dikehendaki, khususnya pada saat mengerjakan benda-benda yang konis.
Dalam operasinya, eretan ini dapat digerakkan secara manual maupun otomatis.

COOLANT

Secara umum coolant adalah media pendingin yang digunakan untuk mendinginkan benda kerja dan alat potong pada saat proses permesinan. Digunakan pula untuk melumasi alat potong sehingga memiliki umur pakai yang lebih lama.

ADA BEBERAPA MACAM COOLANT YANG SERING DIGUNAKAN:

1. WATER COOLANT

Adalah salah satu jenis coolant yang biasanya digunakan dan dikhususkan untuk pengerjaan benda benda yang hanya mengalami proses permesinan (pemotongan) skala kecil, yang sedikit berpengaruh pada material total

Misal : Digunakan untuk pengerjaan facing benda dengan material kecil

2. OIL COOLANT

Berkebalikan dengan water coolant, Oil coolant biasanya digunakan untuk pengerjaan benda yang mengalami hard process. Proses permesinan (pemotongan) biasanya berlangsung secara continou dan berefek besar pada material total

misal : pengerjaan pada mesin pfauter

3. AIR SPRAY COOLANT

Digunakan untuk pengerjaan benda benda yang menghasilkan sisa pemotongan berupa serbuk, biasanya akan menyebabkan kerusakan jika menempel pada bagian mesin yang bergeser.

Misal : pengerjaan material brass dan cash

4. WATER AND OIL COOLANT

Digunakan untuk pengerjaan material secara umum. Bisa digunakan untuk proses ringan maupun proses yang berat. Karena campuran antara oli dan air memiliki ketahanan panas yang baik dan ketahanan terhadap karat yang cukup baik.

Misal : pengerjaan st.60 pada mesin VG45

5. ETHANOL COOLANT

Masih sangat jarang digunakan dalam proses permesinan, tetapi merupakan coolant yang ideal untuk high speed and micro machining karena viskositas ethanol yang lebih dari oli menjadikan ethanol lebih mudah “mengcover” bagian yang mengalami proses permesinan.

Dikhususkan untuk material non-ferro. Misal: nillon

6. LIQUID ICE COOLANT

Merupakan salah satu dari jenis coolant terbaru yang belum banyak digunakan. Sangat mudah larut dalam air, dan cocok digunakan untuk proses metalworking.

cocok untuk berbagai macam mesin mulai dari milling, turning dan juga grinding. Tidak beracun, tidak menyebabkan penyakit, dan tidak menimbulkan bau


TIPS MENGGUNAKAN COOLANT YANG BAIK :

1. Gunakan coolant secara teratur.

2. Segeralah mengganti coolant dengan yang baru jika mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap.

3. Segeralah ganti coolant dengan yang baru jika viskositas mulai mengental

4. Posisikan coolant tepat pada bagian benda kerja yang bersentuhan langsung dengan cutter.

MAKE SQUARE THREAD IN TURNING MACHINE

Clue
- Use the Colchester Master 2500
- The pitch of thread is 5 TPI

1. Equipment must be prepared:
- Holder blade
- Thread square chisel
- Dial caliper
- Ring thread gauge
- Half smooth file
- Centre gauge
- Live centre
- ISO 2
- ISO 6

2. The step process
- Prepare the work piece clamp into chuck
- Facing just clean and facing turn the size of long material with ISO 2
- Make of mayor diameter 19mm with ISO 6
- Take the live centre in tail stock Set the clamp of work piece into chuck centre
- Set feeding system into thread system
- Set the chisel with holder blade and centre gauge insert with tool post
- Turn on the machine and touch blade with work piece and set zero
- If the work piece has already marking with chisel check with dial caliper (5 TPI)
- Continue the turn the thread process doc max 0,1-0,5 mm
- Be careful with your feed
- Make the work piece according to worksheet

3. The Finish
- Check and measure the each of size your workpiece with dial caliper
- Clean up with half smooth file
- Measure thread with ring thread gauge
- Finish release the work piece form chuck